Advertisement
Si anak rantau yang rindu pulang
Berkutat dengan kampung halaman yang singgah dalam bayang
Inginnya berjumpa bunda, bermanja mesra dalam dekap kasih sayang
Melupa fakta, jika ia sudah tumbuh menjadi bujang
Siang malam siang
Semangatnya berkobar, gigih berjuang di kota orang
Mengurai ragu yang sempat menghadang, tekad yang semula mengambang
Demi sekantong uang, demi sekantong uang
Jika menyerah, terusir risikonya, nasibnya kok malang?
Begitulah dunia, ia cengeng dikelakar pecundang
Ia tangguh akan dipuja, ia lemah akan terbuang
Bunda, tunggu anakmu sukses dan sambutlah peluk dengan girang
Tunggu anakmu sukses dan sawanglah tanpa air mata berlinang
Sebab pelik anakmu menyisa kenang, masa depan indah pun datang
Si anak rantau yang rindu rumah
Berkutat dengan imaji ruang yang antah berantah
Inginnyaberjumpa abah, bersandar ria di bahu renta-nya yang gagah
Melupa fakta, jika ia bukan lagi seorang bocah
Cerah mendung cerah
Gigih berjuang di kota yang tidaklah ramah
Terus melangkah tanpa terkapah, melafal asa tanpa keluh kesah
Demi sekantong rupiah, demi sekantong rupiah
Sekali ia lengah, lajunya tak terarah, jejaknya rentan goyah
Begitulah dunia, ia merengek diserapahi budak gegabah
Ia tangguh hidupnya mewah, ia lemah hidupnya susah
Abah, tunggu anakmu sukses dan sambutlah peluk dengan meriah
Tunggu anakmu sukses dan sawanglah tanpa air mata bertumpah
Sebab pelik anakmu menyisa kisah, masa depan indah kan tercurah
Shol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca postingan ini, silahkan tinggalkan komentar.
Jangan lupa share ya :)