Advertisement
IPNU IPPNU BANJARNEGARA- Mendekati Pilkades pasti identik dong dengan kata MONEY POLITICS :D
Diantara bentuk-bentuk kegiatan praktek Money Politics yang
sangat familiar yaitu: - distribusi sumbangan baik berupa barang atau uang
kepada para simpatisan, golongan atau kelompok tertentu,
Money politics juga sangat efisien untuk memperbesar peluang kemenangan,
baik dari jangka beberapa bulan maupun jangka hanya beberapa jam (serangan
fajar) sebelum pemilihan berlangsung.
Kita lihat konteks pilkades yang memakai sistem politik uang,
apakah rakyat yang mencicipi uang benar-benar mau mencoblos tanda gambar calon
kepala desa yang telah memberikan uang atau mungkin mereka berkhianat?. Karena
dalam masyarakat telah berkembang pemahaman bahwa pilkades bukan saja pesta
demokrasi, tapi juga pesta bagi-bagi uang.
Apalagi sekarang, banyak antek-antek calon kepala desa mendekati
para tokoh masyarakat, ormas-ormas, bahkan TPQ/MADIN dalam mencari jaringan
untuk memperkuat nafsu kekuasaanya, ya, kalau hanya sekedar mempererat tali
silaturrahmi si hal biasa, tapi bagaimana jika aksi blusukanya hanya untuk
kepentingan kekuasaan? Seharusnya Kita warga Nahdliyin sadar akan bahayanya
praktek politik uang maupun politik praktis,
Kita telaah lagi pada asas pemilu yang bersifat “bebas”, dengan
kita menerima politik uang berarti kita sudah tidak lagi mempunyai kebebasan
dalam berdemokrasi, dan pastinya sistem politik uang menyalahi asas pemilu yang
bersifat adil, Jika Money Politics terus terjadi, dapat dipastikan bahwa dunia
politik akan semakin hilang kewarasanya.
Demokrasi hanya akan menjadi lahan bagi kaum menengah keatas (Borjuis),
Bahkan suatu saat demokrasi hanya akan dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki
hasrat tak terbendung dan kerakusan untuk menguasai harta kekayaan desa, maka
dari itu, segala cara akan mereka lakukan untuk meraih kekuasaan, dan kekuasaan
itu kemungkinan besar untuk menggantikan harta yang telah dilakukan untuk
meraih kekuasaan dengan skala yang besar.
Jadi, kita sangat membutuhkan aparatur-aparatur desa sejati yg siap
mengabdi kepada rakyat dan negara untuk melawan praktik money politics,
Oleh sebab itu semoga kedepannya khususnya kita kader nahdliyin
penerus bangsa, bisa menjadi garda terdepan untuk keutuhan NKRI dalam menangkal
praktik money politics yg sudah mendarah daging dan sudah menjadi budaya.
Amiiin ya robbal 'alamin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca postingan ini, silahkan tinggalkan komentar.
Jangan lupa share ya :)